Meriahnya Festival Sungai Pelayaran di YPM Sidoarjo

9

Foto: Istimewa

ZONATERKINI.COM — YPM Sepanjang Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mengerahkan ribuan anak didiknya dalam peringatan Harlah NU Ke-101 Tahun yang bertepatan pada Tanggal 16 Rajab 1445 H atau 28 Januari 2024. Dalam rangkaian peringatan Harlah NU dikemas dalam “Festival Sungai Pelayaran” yang melintasi beberapa desa, salah satunya Desa Tawangsari dan Desa Ngelom.

“Persiapan menyambut Harlah NU ini sudah jauh-jauh hari dipersiapkan,” Ungkap M. Choifin, Minggu (28/1).

Adapun persiapan itu meliputi resik-resik sungai pelayaran yang dilakukan oleh Tendik dan siswa YPM, berbekal alat-alat kerja bakti dan karung yang sudah dipersiapkan sebelumnya. “Resik-resik sungai ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama, mulai tahun 2017 yang di motori oleh mahasiswa Pencinta Alam UMAHA Sidoarjo. Resik-resik sungai ini dinamakan “Gerakan Nyemplung Kali alias GNK,” Tutur M. Choifin.

Sebelum pelaksanaan kegiatan peringatan Harlah NU dilaksanakan, UMAHA Sidoarjo telah menerjunkan tim survei kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, survei yang dilakukan untuk mengukur seberapa pentingnya bersih-bersih sungai bagi masyarakat sekitar. Berdasarkan data hasil survei yang di dapat Desa Tawangsari dan Desa Ngelom sebanyak 124 responden menunjukan 86,3% warga mengetahui jika ada kegiatan bersih-bersih dilakukan oleh siswa dan mahasiswa naungan YPM. Sebanyak 60,5% warga setempat merasa tidak senang dengan banyaknya sampah di sungai sebelum dibersihkan, dan 94, 4% warga setempat merasa senang dengan kondisi air sungai yang bersih dari sampah sebab air merupakan sumber kehidupan bagi manusia, hewan dan tumbuhan.

“Warga setempat berharap terlibat dalam gerakan bersih-bersih dan harus terus dilanjutkan,” Ujar M. Choifin.

Berkaitan dengan Harlah NU, mengingatkan pada sosok ulama besar K.H. M. Hasyim Latief pendiri YPM Sepanjang, Sidoarjo sekaligus seorang pejuang Hisbullah dimasanya. Beliau menitahkan “Nek Pingin Urip Barokah Kudu Harokah (berjuang di NU)”.

BACA JUGA :  KONI Jatim Segera Panggil Cabor yang Selesai Jalani Babak Kualifikasi PON 2024

Senada dengan peringatan Harlah NU saat ini, Minggu, 28 Januari 2024, memprogramkan Harlah NU dalam menjalankan program mulai SMP YPM 1, SMA Wachid Hasyim 2, SMK YPM 1, SMK YPM 2, SMK YPM 3, UMAHA dan YPM Sepanjang. Ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus menggalang kebersamaan keluarga besar YPM sebagai promosi potensi yang ada.

Selain itu juga terdapat lomba mancing bareng-bareng pakai sarung yang diikuti tidak hanya siswa, mahasiswa, dan warga setempat termasuk ibu-ibu pun sudah mempersiapkan alat pancingnya untuk mengikuti, tetapi warga asing dari Somalia dan Afganistan juga mendaftarkan diri mengikuti lomba tersebut.

Peserta lomba mancing, nantinya akan menikmati sensasi bagaimana “Strike” di sungai pelayaran, sebab terdapat 10 ikan besar yang menjadi ikon lomba dengan kriteria lomba melalui menimbang bobot ikan yang paling berat menjadi juaranya. Sebanyak 2 kwintal ikan yang akan dilepas juga 40 ekor ikan Koi di lokasi lomba tersebut.

Rektor UMAHA Sidoarjo, dr. Hidayatullah yang nantinya mengawali pelepasan simbolis pelepasan ikan bersama dengan tamu undangan Forkopimka Kecamatan Taman menjadi pertanda bahwa lomba mancing sudah dimulai.

Panitia lomba tentunya sudah membagi titik-titik spot pelepasan ikan menjadi 2 sesi, untuk mengantisipasi peserta lomba Croded di satu titik, maka sesi pertama pelepasan ikonik ikan dimulai sekitar jam 05.30 Wib dan sesi ke kedua jam 09.00 Wib. Harapannya peserta lomba tetap bersemangat meraih juara.

Tidak hanya lomba mancing, terdapat juga serangkaian kegiatan memperingati Harlah NU ini juga menerjunkan ratusan pasukannya GNK terdiri dari mahasiwa dan para siswa untuk menyusuri sungai di Desa Krembangan serta membersihkan sungai pelayaran dengan jarak yang cukup jauh dari lokasi lomba.

BACA JUGA :  Trobosan Baru SMP dan MA Darul Fikri Sidoarjo, Siap Hadapi Tantangan Global

Ahmad Makki menyampaikan terkait dengan fokusnya NU saat ini adalah menjaga kerusakan lingkungan, maka dengan mempedomi fikih lingkungan (Fiqhul Bi’ah) dan ketentuan-ketentuan Islam bersumber dari dalil-dali yang terperinci tentang perilaku manusia terhadap lingkungan hidupnya dalam rangka mewujudkan kemaslahatan penduduk bumi secara umum dengan tujuan menjauhkan dari kerusakan,” Terangnya.

Adanya GNK ini menjadi satu kesantuan konsep, YPM menjaga keseimbangan alam dengan pembangunan berkelanjutan yang mempunyai korelasi dengan Hutan Wakaf yang saat ini terus dikembangkan yang dimulai dari hulu ke hilir,” Tutupnya.

Penulis: Ahmad Heru Romadhon.