Dosen UMSIDA Ciptakan Teknologi Cerdas di SD Muhammadiyah 3 Pandaan 

20

Foto: Istimewa

Zonaterkini.com _ Tim inovasi dan hilirisasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) yang memperoleh hibah institusi menerapkan teknologi cerdas. Yakni melalui AR bertempat di SD Muhammadiyah 3 Pandaan atau SD Muga (sebutan akrabnya).

Dalam paparan yang diberikan Dr. Rahmania Sri Untari, M.Pd menjelaskan bahwa teknologi mengubah dunia begitu cepat.

Dia menyatakan frasa dunia lari tunggang‐langgang ini saya pinjam dari Prof. Djoko Saryono yang sering disebutkannya dalam berbagai kesempatan, untuk menggambarkan kecepatan perubahan dunia saat ini dan yang akan datang. Juga ungkapan Prof Waras Kamdi yang saya kutip dalam sebuah Orasi Ilmiah. Perubahan begitu masif di segala lini kehidupan, terutama akibat dari revolusi digital yang telah menciptakan dunia baru di seluruh belahan bumi. Nyaris tidak ada lini kehidupan kita yang tidak mengalami perubahan,” Terangnya, Kamis (24/8).

Penerapan AR di kelas V yang dilaksanakan pada Tanggal 25 Mei 2023 di SD Muga berjalan dengan lancar. Proses pembelajaran terjadi sangat interaktif dan menarik perhatian siswa. Beberapa siswa mencoba mensimulasikan penggunaan AR dengan menggunakan HP masing-masing. Hal ini boleh dilakukan karena guru telah memberikan izin kepada siswa untuk membawa HP khusus untuk mengikuti pembelajaran guest teacher,” Ungkapnya.

Era revolusi industri 5.0 telah mengubah cara berpikir tentang pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum saat ini dan masa depan harus melengkapi kemampuan siswa dalam dimensi teknologi, pedagogik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup bersama (kolaborasi) dan berpikir kritis dan kreatif.

Dia juga menilai bahwa kemampuan atau kecakapan dalam memecahkan masalah sangat dibutuhkan oleh setiap siswa. Permasalahan yang timbul menuntut siswa untuk bergerak cepat dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, perlu adanya sebuah inovasi pembelajaran dalam student learning. Pembelajaran aktif dan kolaboratif menjadi trend pendidikan saat ini karena dianggap lebih bermakna bagi peserta didik,” Tutupnya. (*red)

BACA JUGA :  Santri Manjung dan Brigadir Eko Julianto